Thursday, February 19

DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, H.E. Dagmar Gonzalez untuk membahas perkembangan situasi terkini di Kuba sekaligus memperkuat prospek hubungan bilateral kedua pihak.

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menjelaskan, pertemuan ini digelar lantaran Duta Besar Kuba ingin menyampaikan kondisi yang tengah dialami Kuba akibat kebijakan embargo dari Amerika Serikat. Dampak kebijakan tersebut, ungkapnya, berpengaruh besar terhadap ketersediaan energi di Kuba. 

“Tentu kondisinya sekarang Kuba tidak memiliki bahan bakar karena mereka hanya bisa memproduksi bahan bakarnya lebih kurang 30 persen” kata Syahrul usai pertemuan tersebut digelar di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta pada Rabu (18/02/2026). 

Ia menambahkan, saat ini Kuba hanya mampu memproduksi sekitar 30 persen kebutuhan minyak dan gas dari dalam negeri serta sekitar 10 persen dari energi terbarukan seperti tenaga surya. Selebihnya, terangnya, yakni sekitar 60 persen kebutuhan energi nasional sebelumnya dipenuhi melalui impor.

Ia pun menilai, krisis bahan bakar dapat berpengaruh pada operasional rumah sakit, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. “Ini akan mengakibatkan orang sakit yang tidak tertolong, kemudian kebutuhan sehari-hari tidak akan terpenuhi. Mereka minta dukungan dari kita dalam bentuk keprihatinan kita,” ujarnya.

Sebagai wujud kepedulian, mewakili BKSAP, dirinya menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang tengah dihadapi rakyat Kuba. Ia pun menekankan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri akan dilakukan untuk membahas bentuk dukungan dari Indonesia, baik dalam bentuk dukungan moral, diplomatik, maupun penyampaian keprihatinan melalui forum-forum.

Mengakhiri pernyataannya, BKSAP juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan membuka ruang komunikasi lebih lanjut dengan pihak Kuba dalam rangka memperkuat solidaritas antar kedua negara.

Comments are closed.

Exit mobile version