Suasana hangat menyelimuti Aula Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen DPR RI, saat Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI menggelar Santunan Yatim Piatu dan Buka Bersama 2026. Mengusung tema “Mencari Keberkahan di Bulan Ramadan dengan Saling Berbagi”, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang perjumpaan yang menghadirkan makna kemanusiaan di bulan suci.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron yang hadir langsung menyampaikan pesan yang kuat tentang tanggung jawab negara terhadap kelompok rentan. Di hadapan anak-anak yatim, insan pers, dan undangan, ia menegaskan bahwa perhatian kepada fakir miskin dan anak terlantar adalah amanat konstitusi. “Selama negara memiliki kemampuan, maka kewajiban untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar itu melekat. Itu bukan pilihan, tetapi tanggung jawab,” ujar Herman dalam sambutannya, Kamis (26/2/2026).
Bagi Herman, Ramadan menjadi momentum refleksi bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual personal, melainkan harus menjelma dalam aksi sosial. Ia menekankan, nilai bantuan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari ketulusan dan kepedulian yang menyertainya. “Besar atau kecil bukan persoalan. Yang penting adalah nilai kepedulian,” tuturnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Demokrat tersebut juga mengapresiasi peran media Parlemen yang tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra dalam membangun kepedulian sosial. Menurut Herman, citra positif DPR yang terus membaik tak lepas dari kerja profesional wartawan yang menyampaikan kinerja parlemen secara objektif kepada publik.
Sementara itu, Ketua Panitia Daffa menyampaikan kegiatan santunan tersebut telah menjadi tradisi Ramadan KWP terutama sejak masa kepemimpinan Ketua KWP Ariawan. Tahun ini, panitia menyalurkan sekitar 500 paket bantuan kepada anak yatim piatu dan anggota KWP. Paket tersebut terdiri atas sembako, peralatan sekolah, dan santunan. “Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut dan semakin luas manfaatnya,” pesan Ketua Panitia.
Dukungan berbagai pihak turut memperkuat pelaksanaan kegiatan, diantaranya Jasindo, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, BAZNAS RI, serta Yayasan Astra. Partisipasi para sponsor dan donatur menjadi bukti bahwa semangat berbagi adalah gerakan kolektif.
Sekretaris Jenderal KWP Sofyan menambahkan, insan pers memiliki tanggung jawab moral di luar tugas jurnalistik. “Kami tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga ingin berkontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma yang hadir mewakili pimpinan, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS merupakan bagian dari komitmen menghadirkan program sosial Ramadan secara berkelanjutan. Tahun ini, BAZNAS menyalurkan kontribusi melalui Paket Ramadan Bahagia, santunan yatim, dan buka puasa bersama sebagai bagian dari puluhan program sosial Ramadan yang telah digulirkan.
Kabag Humas BAZNAS menyebut silaturahmi, cinta, dan keikhlasan sebagai fondasi kerja-kerja kemanusiaan. Kehadiran BAZNAS di tengah keluarga besar Parlemen dan insan pers menjadi simbol bahwa kolaborasi lintas lembaga dapat memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan simbolis dari Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron didampingi Ketua KWP dan jajaran beserta Kabag Humas BAZNAS dalam penyerahan santunan kepada segenap anak yatim piatu yang terhimpun dalam Yayasan Bangun Insan Mandiri. Dengan suasana penuh kekeluargaan, anak-anak menerima santunan dengan wajah sumringah, sementara para tamu saling bersalaman, mempererat silaturahmi menjelang waktu berbuka.
